Home » Kesehatan » Perbedaan Donor Darah Biasa dan Plasma Apheresis, Cek Prosedur serta Manfaatnya

Perbedaan Donor Darah Biasa dan Plasma Apheresis, Cek Prosedur serta Manfaatnya

Smallest FontLargest Font

Donor darah biasa dan plasma apheresis sama-sama merupakan kegiatan donor yang dilakukan melalui prosedur medis, tetapi komponen darah yang dikumpulkan berbeda. Pada donor darah biasa, darah lengkap diambil, sedangkan plasma apheresis menggunakan mesin untuk memisahkan plasma dan mengembalikan komponen darah tertentu ke tubuh pendonor.

Perbedaan tersebut membuat durasi, alat, persyaratan, serta interval donor dapat berbeda. Pemilihan jenis donor juga disesuaikan dengan kebutuhan komponen darah untuk pasien.

Plasma sendiri merupakan bagian cair dari darah yang mengandung berbagai protein, termasuk protein yang berperan dalam sistem pembekuan dan fungsi tubuh lainnya. Plasma dapat diperoleh dari donor darah lengkap maupun melalui prosedur apheresis khusus plasma.

Apa Itu Donor Darah Biasa?

Donor darah biasa atau donor darah lengkap merupakan prosedur ketika darah diambil sebagai satu kesatuan yang kemudian dapat diproses menjadi berbagai komponen darah. Metode ini menjadi salah satu sumber penting untuk memenuhi kebutuhan transfusi di fasilitas pelayanan darah.

Beberapa karakteristik donor darah biasa meliputi:

  • Darah lengkap dikumpulkan dalam kantong darah.
  • Sel darah merah, plasma, dan trombosit berada dalam darah yang dikumpulkan sebelum proses pemisahan.
  • Darah dapat diproses menjadi beberapa komponen sesuai kebutuhan medis.
  • Prosedur menggunakan kantong darah standar dan tidak memerlukan pemisahan komponen secara langsung selama proses pengambilan.
  • Hasil donor dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pasien yang berbeda setelah melalui pengolahan dan pemeriksaan sesuai ketentuan.

WHO menjelaskan bahwa darah yang terkumpul dapat diproses menjadi komponen seperti konsentrat sel darah merah, trombosit, plasma, dan kriopresipitat sehingga pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Apa Itu Plasma Apheresis?

Plasma apheresis atau plasmapheresis merupakan metode donor yang mengambil plasma secara khusus menggunakan mesin pemisah darah. Darah dialirkan dari tubuh, diproses untuk memisahkan plasma, kemudian komponen yang tidak diperlukan dikembalikan kepada pendonor.

Karakteristik utama plasma apheresis antara lain:

  1. Komponen yang dikumpulkan adalah plasma.
  2. Darah diproses menggunakan mesin apheresis.
  3. Komponen darah tertentu dikembalikan ke tubuh pendonor.
  4. Prosedur berlangsung dalam beberapa siklus pengambilan dan pengembalian darah.
  5. Terdapat persyaratan khusus sesuai jenis apheresis yang dilakukan.

Dengan mekanisme tersebut, plasma dapat dikumpulkan tanpa mengambil seluruh komponen darah seperti pada donor darah lengkap. WHO mendefinisikan apheresis sebagai proses ketika darah ditarik dari tubuh, dipisahkan menjadi komponen, lalu komponen yang tidak diperlukan dikembalikan kepada pendonor.

BACA JUGA:  Gejala Leptospirosis, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegah Infeksi Setelah Banjir

Perbedaan Donor Darah Biasa dan Plasma Apheresis

Perbedaan paling mendasar terletak pada komponen yang dikumpulkan. Donor darah biasa mengumpulkan darah lengkap, sedangkan plasma apheresis secara khusus mengumpulkan plasma dan mengembalikan komponen darah lain sesuai prosedur.

Perbandingan keduanya dapat dilihat pada tabel berikut:

Aspek Donor Darah Biasa Plasma Apheresis
Komponen yang diambil Darah lengkap Plasma
Metode Pengambilan darah ke kantong donor Pemisahan menggunakan mesin apheresis
Komponen lain Ikut terkumpul bersama darah lengkap Komponen yang tidak diperlukan dikembalikan
Peralatan Kantong darah dan perlengkapan donor Mesin pemisah darah dan sistem pengumpulan khusus
Tujuan utama Menyediakan darah dan berbagai komponen darah Mengumpulkan komponen tertentu, termasuk plasma

WHO juga menjelaskan bahwa apheresis dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai komponen seperti plasma, trombosit, sel darah merah, atau leukosit. Karena itu, istilah apheresis tidak selalu berarti donor plasma.

Bagaimana Proses Donor Darah Biasa?

Donor darah biasa dilakukan dengan mengambil darah lengkap melalui jarum yang terhubung dengan kantong darah steril. Setelah darah terkumpul, darah dapat menjalani pemeriksaan dan pengolahan sebelum digunakan untuk kebutuhan transfusi.

Tahapan umumnya meliputi:

  1. Pendaftaran dan pemeriksaan awal
    Data pendonor dicatat dan kondisi kesehatan diperiksa.
  2. Pemeriksaan kelayakan donor
    Petugas menilai kondisi kesehatan dan parameter yang diperlukan.
  3. Pengambilan darah
    Darah lengkap dialirkan ke kantong darah yang telah disiapkan.
  4. Pemeriksaan laboratorium
    Donasi diperiksa untuk memastikan keamanan sebelum digunakan.
  5. Pengolahan komponen
    Darah dapat dipisahkan menjadi komponen sesuai kebutuhan pelayanan transfusi.

Pemeriksaan keamanan sangat penting karena WHO merekomendasikan seluruh donasi darah diperiksa terhadap infeksi yang dapat menular melalui transfusi sebelum digunakan. Pemeriksaan tersebut mencakup antara lain HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis.

Bagaimana Proses Plasma Apheresis?

Plasma apheresis menggunakan sistem tertutup dan mesin khusus untuk memisahkan plasma dari komponen darah lainnya. Darah yang keluar dari tubuh diproses secara bertahap, kemudian komponen yang tidak dikumpulkan dikembalikan ke tubuh pendonor.

Tahapan dasarnya meliputi:

  • Darah dialirkan ke mesin apheresis.
  • Mesin memisahkan plasma dari komponen darah lainnya.
  • Plasma dikumpulkan dalam wadah khusus.
  • Komponen darah yang tidak diperlukan dikembalikan.
  • Proses dapat berlangsung dalam beberapa siklus.

PMI menjelaskan bahwa pada prosedur apheresis, komponen tertentu seperti trombosit, plasma, atau sel darah merah dapat dikumpulkan, sedangkan komponen yang tidak diperlukan dikembalikan ke tubuh pendonor.

Berapa Lama Proses Apheresis?

Durasi plasma apheresis dapat berbeda berdasarkan jenis prosedur, mesin, volume yang dikumpulkan, serta kondisi pendonor. Karena menggunakan proses pemisahan dan pengembalian darah secara berulang, waktunya umumnya berbeda dengan donor darah lengkap.

Hal yang perlu diketahui:

  • Prosedur menggunakan mesin khusus.
  • Darah melewati proses pemisahan beberapa kali.
  • Durasi dipengaruhi jenis apheresis.
  • Petugas memantau kondisi pendonor selama prosedur.
  • Durasi tidak dapat disamakan untuk seluruh pusat donor.
BACA JUGA:  Waspadai Penyakit Jantung di Usia Muda, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

Sebagai gambaran, PMI mencatat prosedur donor trombosit apheresis dapat berlangsung sekitar 40 menit hingga 1,5 jam. Durasi tersebut merupakan contoh untuk trombosit apheresis dan bukan patokan mutlak untuk seluruh prosedur plasma apheresis.

Apa Manfaat Donor Plasma Apheresis?

Donor plasma apheresis memiliki manfaat penting karena plasma merupakan salah satu komponen darah yang dibutuhkan dalam pelayanan medis. Plasma juga dapat menjadi bahan untuk menghasilkan produk obat turunan plasma setelah melalui proses pengolahan dan pemurnian.

Manfaatnya antara lain:

  • Menyediakan plasma untuk kebutuhan medis.
  • Memungkinkan pengumpulan komponen tertentu secara lebih terarah.
  • Mendukung ketersediaan produk darah.
  • Mendukung kebutuhan pasien yang memerlukan komponen plasma.
  • Berpotensi meningkatkan ketersediaan bahan baku produk turunan plasma.

WHO menjelaskan bahwa produk obat turunan plasma digunakan untuk berbagai kebutuhan medis, termasuk terapi gangguan perdarahan dan defisiensi imun. Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan fasilitas fraksinasi plasma untuk menghasilkan produk obat turunan plasma secara lokal.

Apa Syarat Donor Plasma Apheresis?

Syarat donor plasma apheresis tidak selalu sama dengan donor darah biasa karena terdapat pemeriksaan tambahan yang berkaitan dengan jenis komponen yang akan dikumpulkan. WHO menyebut donor apheresis harus memenuhi kriteria donor darah sekaligus persyaratan tambahan sesuai jenis prosedurnya.

Beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Kondisi kesehatan memenuhi kriteria donor.
  2. Lolos pemeriksaan kesehatan sebelum donor.
  3. Memenuhi parameter laboratorium yang ditetapkan.
  4. Memenuhi persyaratan khusus untuk jenis apheresis.
  5. Mengikuti penilaian petugas dan ketentuan fasilitas donor.

Untuk donor trombosit apheresis, misalnya, PMI mencantumkan persyaratan berupa kesehatan umum baik, berat badan minimal 55 kilogram, serta kadar hemoglobin 12,5–17 gram/desiliter. Persyaratan tersebut merupakan contoh untuk trombosit apheresis sehingga tidak boleh otomatis dianggap sebagai persyaratan tunggal untuk semua donor plasma.

Persyaratan Khusus Plasma Apheresis

Plasma apheresis memiliki pemeriksaan tambahan karena komponen yang dikumpulkan adalah plasma. WHO merekomendasikan antara lain pemeriksaan kadar protein total untuk donor plasma apheresis.

Persyaratan tambahan dapat mencakup:

  • Kadar protein total sesuai ketentuan.
  • Kondisi kesehatan memenuhi standar donor.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium memenuhi batas yang ditetapkan.
  • Tidak terdapat kondisi medis yang menjadi alasan penundaan atau penolakan donor.
  • Memenuhi ketentuan fasilitas pelayanan darah.

WHO menyebut kadar protein total untuk donor plasma apheresis perlu lebih dari 60 g/L dalam pedoman seleksi donor yang dirujuk. Ketentuan teknis tetap perlu mengikuti standar nasional dan penilaian fasilitas pelayanan darah tempat donor dilakukan.

Seberapa Sering Donor Plasma Apheresis Bisa Dilakukan?

Interval donor apheresis tidak dapat disamakan dengan donor darah lengkap. Frekuensi ditentukan berdasarkan jenis komponen yang dikumpulkan, kondisi pendonor, hasil pemeriksaan, serta aturan pelayanan darah yang berlaku.

Beberapa prinsip penting meliputi:

  • Interval plasma apheresis dapat lebih pendek dibandingkan donor darah lengkap pada kondisi tertentu.
  • Kondisi kesehatan pendonor tetap menjadi pertimbangan utama.
  • Pemeriksaan sebelum donor tetap diperlukan.
  • Jenis apheresis menentukan interval yang diperbolehkan.
  • Ketentuan fasilitas donor harus menjadi rujukan akhir.
BACA JUGA:  Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat dengan 8 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Pedoman WHO yang membahas plasma apheresis menyebut interval pengambilan plasma melalui apheresis dapat dilakukan dengan jarak tertentu dan berbeda dari donor darah lengkap. Karena ketentuan dapat berbeda menurut regulasi dan fasilitas, jadwal donor perlu ditentukan melalui pemeriksaan petugas.

Mana yang Lebih Baik, Donor Darah Biasa atau Plasma Apheresis?

Tidak ada satu metode yang secara umum lebih baik untuk seluruh kondisi. Donor darah biasa dan plasma apheresis memiliki fungsi berbeda sehingga pilihan jenis donor lebih berkaitan dengan kebutuhan komponen darah dan kelayakan pendonor.

Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:

  • Donor darah biasa: cocok untuk penyediaan darah lengkap yang selanjutnya dapat diproses menjadi berbagai komponen.
  • Plasma apheresis: ditujukan untuk mengumpulkan plasma secara lebih spesifik.
  • Apheresis: menggunakan mesin pemisah darah.
  • Donor darah biasa: darah lengkap dikumpulkan dalam kantong donor.
  • Keduanya: tetap memerlukan pemeriksaan kesehatan dan prosedur keamanan.

WHO menekankan bahwa darah dapat dimanfaatkan lebih efektif ketika diproses menjadi komponen yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Dengan pemisahan tersebut, satu donasi dapat mendukung kebutuhan lebih dari satu pasien dalam kondisi tertentu.

Perbedaan Donor Darah Biasa dan Plasma Apheresis Secara Singkat

Perbedaan utama dapat dirangkum berdasarkan komponen, metode, alat, dan tujuan penggunaannya.

Pembeda Donor Darah Biasa Plasma Apheresis
Yang dikumpulkan Darah lengkap Plasma
Alat utama Kantong darah Mesin apheresis
Pemisahan komponen Dapat dilakukan setelah pengambilan Dilakukan selama proses donor
Komponen yang tidak diperlukan Tetap terkumpul dalam donasi awal Dapat dikembalikan ke tubuh
Persyaratan Sesuai kriteria donor darah Kriteria donor ditambah persyaratan apheresis

Mengapa Donor Plasma Dibutuhkan?

Ketersediaan plasma menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan darah karena plasma digunakan secara langsung dalam kondisi medis tertentu dan dapat menjadi bahan baku produk obat turunan plasma. Kebutuhan tersebut membuat pengumpulan plasma menjadi salah satu bagian dari penguatan sistem darah nasional.

Beberapa kegunaan plasma berkaitan dengan:

  • Penanganan gangguan perdarahan tertentu.
  • Pemenuhan kebutuhan komponen darah pasien.
  • Pengolahan produk obat turunan plasma.
  • Penyediaan protein plasma untuk kebutuhan medis.
  • Penguatan ketersediaan produk darah yang aman.

WHO mencatat bahwa produk turunan plasma memiliki peran dalam penanganan sejumlah kondisi serius, termasuk gangguan perdarahan dan defisiensi imun. Ketersediaan plasma yang aman karena itu menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan.

Penutup

Donor darah biasa dan plasma apheresis memiliki perbedaan utama pada komponen yang dikumpulkan serta metode pengambilannya. Donor darah biasa mengambil darah lengkap, sedangkan plasma apheresis menggunakan mesin untuk memisahkan plasma dan mengembalikan komponen darah tertentu ke tubuh pendonor.

Plasma apheresis memungkinkan pengumpulan plasma secara lebih spesifik dan memiliki persyaratan tambahan dibandingkan donor darah lengkap. Kelayakan donor tetap ditentukan melalui pemeriksaan kesehatan, parameter laboratorium, serta ketentuan fasilitas pelayanan darah.

Kedua jenis donor memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan komponen darah. Pemilihan prosedur tidak didasarkan pada mana yang lebih baik, tetapi pada kebutuhan medis, jenis komponen yang diperlukan, serta kondisi pendonor pada saat pemeriksaan.