Inflasi Indonesia terbaru September 2026 menjadi perhatian seiring perubahan harga kebutuhan rumah tangga, pangan, energi, dan berbagai barang serta jasa. Namun, sampai 23 September 2026, angka inflasi September 2026 secara resmi belum dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga data nasional terbaru yang tersedia masih berasal dari Agustus 2026.
Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) hingga Agustus mencapai 1,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97.
Data inflasi September 2026 dijadwalkan masuk dalam rilis berikutnya setelah bulan September berakhir. Kalender Bank Indonesia mencantumkan Inflasi September 2026 pada awal Oktober, sehingga angka resmi September belum dapat digunakan sebagai data aktual pada 23 September.
Inflasi Indonesia September 2026 Sudah Keluar atau Belum?
Pembahasan inflasi Indonesia September 2026 perlu memperhatikan jadwal rilis data resmi agar angka yang digunakan tidak tertukar dengan data Agustus. Sampai 23 September 2026, BPS baru merilis angka inflasi sampai Agustus 2026.
- Data terbaru BPS: Agustus 2026
- Inflasi tahunan: 3,19 persen
- Inflasi bulanan: 0,21 persen
- Inflasi tahun kalender: 1,86 persen
- IHK: 111,97
- Data September: belum tersedia secara resmi
Bank Indonesia juga masih menampilkan inflasi IHK sebesar 3,19 persen sebagai indikator terbaru pada September 2026. Data tersebut menggunakan periode Agustus karena angka September belum memasuki jadwal publikasi resmi.
Kapan Inflasi September 2026 Diumumkan?
Data inflasi September 2026 baru dapat dihitung setelah seluruh perkembangan harga sepanjang September selesai dikumpulkan dan diolah. Kalender Bank Indonesia mencantumkan publikasi inflasi September 2026 pada awal Oktober.
- Periode pengukuran: September 2026
- Status pada 23 September: belum final
- Rilis resmi: awal Oktober 2026
- Sumber utama: BPS
- Indikator: Indeks Harga Konsumen
Karena itu, angka inflasi September tidak tepat jika dipastikan sebelum rilis BPS. Data survei atau proyeksi dapat digunakan sebagai indikasi tekanan harga, tetapi tidak menggantikan angka inflasi resmi.
Inflasi Indonesia Di Bulan Agustus 2026
Angka inflasi Indonesia terbaru yang telah dirilis BPS menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,19 persen pada Agustus 2026. Secara bulanan, harga konsumen meningkat 0,21 persen dibandingkan Juli 2026.
| Indikator | Agustus 2026 |
|---|---|
| Inflasi tahunan (yoy) | 3,19% |
| Inflasi bulanan (mtm) | 0,21% |
| Inflasi tahun kalender (ytd) | 1,86% |
| IHK | 111,97 |
| Inflasi inti yoy | 2,92% |
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga masih berada dalam sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah. Bank Indonesia menyebut sasaran inflasi 2026 berada pada 2,5 persen ± 1 persen, sehingga batas kisarannya adalah 1,5-3,5 persen.
Perbandingan Juli dan Agustus 2026
Perubahan inflasi pada Agustus perlu dilihat bersama data bulan sebelumnya untuk memahami arah pergerakan harga. Pada Juli 2026, inflasi tahunan tercatat 2,88 persen sebelum meningkat menjadi 3,19 persen pada Agustus.
- Juli 2026: 2,88 persen yoy
- Agustus 2026: 3,19 persen yoy
- Perubahan: naik 0,31 poin persentase
- Agustus 2026: 0,21 persen mtm
Kenaikan tahunan tersebut tidak berarti seluruh barang mengalami kenaikan harga dengan besaran yang sama. Inflasi merupakan perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang tercakup dalam keranjang konsumsi rumah tangga.
Penyebab Inflasi Di Indonesia
Pergerakan inflasi Indonesia terbaru dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran dengan karakteristik berbeda. Pada Agustus 2026, BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,21 persen, sementara Bank Indonesia memberikan rincian berdasarkan kelompok inti, volatile food, dan administered prices.
- Inflasi inti: 0,21 persen mtm atau 2,92 persen yoy.
- Volatile food: 0,88 persen mtm atau 4,06 persen yoy.
- Administered prices: deflasi 0,33 persen mtm atau inflasi 3,32 persen yoy.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya berasal dari satu kelompok. Komoditas pangan memberikan tekanan yang cukup besar, sementara penurunan sejumlah harga yang diatur pemerintah membantu menahan inflasi secara keseluruhan.
Harga Pangan Menjadi Perhatian
Kelompok volatile food menjadi salah satu komponen yang mengalami tekanan lebih tinggi pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat daging ayam ras, cabai rawit, dan beras sebagai komoditas yang memberikan sumbangan terhadap inflasi kelompok tersebut.
- Daging ayam ras
- Cabai rawit
- Beras
- Komoditas pangan lain yang masuk kelompok volatile food
Secara tahunan, inflasi volatile food mencapai 4,06 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 2,52 persen.
Inflasi Pangan September 2026 Perlu Dicermati
Pergerakan harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam membaca inflasi September 2026, meskipun data final belum tersedia. Kondisi pasokan, produksi, distribusi, cuaca, dan perubahan permintaan dapat memengaruhi harga komoditas pangan selama satu bulan.
- Harga beras
- Harga cabai
- Harga daging ayam
- Harga telur
- Biaya distribusi
- Kondisi pasokan daerah
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan pada Agustus 2026 sebesar Rp15.062 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium sebesar Rp13.897 per kilogram. Harga tersebut masing-masing meningkat 1,22 persen dan 1,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Tekanan Harga dari Sisi Konsumen
Perubahan harga pangan dapat dirasakan langsung melalui pengeluaran rumah tangga. Namun, pengaruh terhadap inflasi nasional bergantung pada bobot komoditas dalam keranjang IHK serta perubahan harga komoditas lain pada periode yang sama.
- Pangan memiliki peran dalam pengeluaran rumah tangga.
- Perubahan harga komoditas tidak selalu berlangsung seragam.
- Harga di tingkat konsumen dapat berbeda antarwilayah.
- Inflasi nasional merupakan agregasi perkembangan harga di berbagai daerah.
Karena faktor tersebut, perkembangan harga di pasar tertentu belum dapat dijadikan angka inflasi nasional September 2026.
Inflasi Inti Indonesia September 2026
Inflasi inti menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tekanan harga yang lebih mendasar. Pada Agustus 2026, inflasi inti tercatat 2,92 persen secara tahunan dan 0,21 persen secara bulanan.
- Inflasi inti yoy: 2,92 persen
- Inflasi inti mtm: 0,21 persen
- Inflasi inti ytd: 1,97 persen
- Komoditas yang menonjol: emas perhiasan
Bank Indonesia menyebut inflasi inti Agustus terutama dipengaruhi emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global. Ekspektasi inflasi yang tetap terjaga juga menjadi bagian dari kondisi inflasi inti pada periode tersebut.
Data Inflasi Di Bulan Agustus dan Target 2026
Inflasi Indonesia terbaru sebesar 3,19 persen pada Agustus masih berada di dalam kisaran sasaran inflasi 2026. Bank Indonesia mempertahankan keyakinan bahwa inflasi dapat berada dalam sasaran 2,5 persen ± 1 persen pada 2026 dan 2027.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Sasaran tengah inflasi 2026 | 2,5% |
| Batas bawah sasaran | 1,5% |
| Batas atas sasaran | 3,5% |
| Inflasi Agustus 2026 | 3,19% |
| Inflasi inti Agustus 2026 | 2,92% |
Posisi 3,19 persen berarti inflasi tahunan Agustus masih berada di bawah batas atas sasaran 3,5 persen. Namun, perkembangan harga pangan dan komponen lainnya tetap menjadi bagian penting dalam pemantauan inflasi bulan berikutnya.
Dampak Inflasi Terhadap Harga Kebutuhan Rumah Tangga
Inflasi menggambarkan kenaikan tingkat harga secara umum sehingga dampaknya dapat berbeda antarjenis pengeluaran. Rumah tangga dengan pola konsumsi berbeda juga dapat merasakan perubahan harga dengan tingkat yang berbeda.
- Harga makanan dapat berubah mengikuti pasokan dan distribusi.
- Biaya transportasi dapat dipengaruhi harga energi.
- Harga barang tertentu dapat mengikuti perubahan harga bahan baku.
- Jasa dapat mengalami perubahan harga sesuai biaya operasional.
- Daya beli berkaitan dengan perubahan pendapatan dibandingkan kenaikan harga.
Data BPS menunjukkan inflasi merupakan ukuran agregat, sehingga angka nasional tidak menggambarkan perubahan setiap harga barang secara individual. Perubahan harga di tingkat daerah juga dapat berbeda dari angka nasional.
Perkembangan Inflasi Daerah di Indonesia
Inflasi Indonesia terbaru juga memiliki variasi antarwilayah. Pada Agustus 2026, inflasi tahunan tertinggi tingkat provinsi tercatat di Maluku Utara sebesar 5,28 persen, sedangkan terendah di Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen.
- Maluku Utara: 5,28 persen
- Kalimantan Utara: 2,17 persen
- Kapuas: 6,20 persen pada tingkat kabupaten
- Morowali: 1,22 persen pada tingkat kabupaten
Perbedaan tersebut menunjukkan kondisi inflasi di setiap daerah tidak seragam. Struktur konsumsi, distribusi barang, produksi pangan, serta perubahan harga komoditas tertentu dapat memengaruhi perbedaan inflasi antarwilayah.
Prospek Inflasi Indonesia September 2026
Sebelum data resmi inflasi Indonesia September 2026 dirilis, sejumlah indikator dapat menjadi gambaran mengenai tekanan harga. Bank Indonesia melalui Survei Penjualan Eceran mencatat ekspektasi harga umum untuk September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan 178,0 pada Agustus 2026.
- Ekspektasi harga September 2026: 155,2
- Ekspektasi harga Agustus 2026: 178,0
- Arah ekspektasi: lebih rendah
- Status: indikator survei, bukan inflasi aktual
Penurunan indeks ekspektasi tersebut menunjukkan responden survei memperkirakan tekanan harga yang lebih ringan pada September. Namun, angka tersebut tidak dapat disamakan dengan angka inflasi September karena inflasi resmi baru ditetapkan berdasarkan hasil penghitungan BPS.
Cara Membaca Data Inflasi September 2026
Data inflasi perlu dibaca berdasarkan periode perbandingan agar tidak terjadi kesalahan interpretasi. Tiga ukuran utama yang umum digunakan adalah yoy, mtm, dan ytd.
- Year-on-year (yoy)
Membandingkan tingkat harga pada bulan berjalan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. - Month-to-month (mtm)
Membandingkan tingkat harga pada bulan berjalan dengan bulan sebelumnya. - Year-to-date (ytd)
Mengukur perubahan harga sejak awal tahun hingga bulan pelaporan.
Ketiga indikator tersebut memberikan informasi berbeda mengenai perkembangan harga. Angka yoy berguna untuk melihat perubahan tahunan, sedangkan mtm lebih menggambarkan pergerakan harga dalam jangka pendek.
Kapan Data Inflasi September 2026 Resmi Dirilis?
Data inflasi Indonesia September 2026 belum tersedia pada 23 September 2026 karena periode September masih berjalan. Kalender Bank Indonesia mencantumkan data inflasi September 2026 dalam jadwal rilis pada awal Oktober.
| Data | Status per 23 September 2026 |
|---|---|
| Inflasi Januari 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Februari 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Maret 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi April 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Mei 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Juni 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Juli 2026 | Sudah tersedia |
| Inflasi Agustus 2026 | Terbaru |
| Inflasi September 2026 | Belum dirilis |
Karena itu, informasi yang menyebut angka tertentu sebagai inflasi Indonesia September 2026 sebelum publikasi resmi perlu dibedakan dari proyeksi atau perkiraan. Angka aktual baru dapat dipastikan setelah BPS menerbitkan Berita Resmi Statistik.
Penutup
Inflasi Indonesia terbaru September 2026 belum memiliki angka resmi per 23 September 2026. Data nasional terbaru yang tersedia dari BPS adalah Agustus 2026 dengan inflasi tahunan 3,19 persen, inflasi bulanan 0,21 persen, dan inflasi tahun kalender 1,86 persen.
Tekanan harga pada Agustus terutama terlihat pada kelompok volatile food yang mengalami inflasi 4,06 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti tercatat 2,92 persen dan kelompok administered prices mencatat inflasi tahunan 3,32 persen.
Perkembangan inflasi September 2026 baru dapat diketahui setelah periode penghitungan selesai dan data resmi diterbitkan. Sampai saat itu, angka Agustus 2026 tetap menjadi acuan terbaru, sedangkan hasil survei ekspektasi harga hanya menjadi indikator pendukung dan bukan pengganti data inflasi resmi.