Home » Pendidikan » 25 Contoh Soal AKGTK 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan Guru Madrasah

25 Contoh Soal AKGTK 2026 Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan Guru Madrasah

Smallest FontLargest Font

25 contoh soal AKGTK 2026 dapat digunakan sebagai bahan latihan sebelum mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan. AKGTK Madrasah merupakan asesmen yang digunakan untuk memetakan kompetensi guru, kepala madrasah, dan pengawas, termasuk aspek pedagogik, profesional, manajerial, serta supervisi.

Contoh soal AKGTK 2026 di bawah ini bukan soal resmi Kementerian Agama dan disusun sebagai latihan berdasarkan cakupan kompetensi AKGTK. Materi latihan dibuat dalam bentuk pilihan ganda agar dapat digunakan untuk menguji pemahaman terhadap situasi yang sering muncul dalam tugas pendidikan.

Bagi guru madrasah, latihan AKGTK dapat diarahkan pada kemampuan memahami karakteristik peserta didik, pembelajaran, asesmen, pemanfaatan teknologi, serta penguasaan bidang keahlian. Dokumen juknis AKGTK juga memuat kompetensi pedagogik dan profesional sebagai bagian dari dimensi kompetensi guru.

Apa Itu AKGTK 2026?

AKGTK merupakan asesmen kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang bertujuan memetakan kemampuan sebagai dasar pengembangan kompetensi. Kementerian Agama menjelaskan bahwa asesmen tersebut digunakan untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan kompetensi pedagogik serta profesional GTK madrasah.

  • AKGTK: Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan.
  • Peserta: guru, kepala madrasah, dan pengawas sesuai kategori asesmen.
  • Guru: mencakup kompetensi pedagogik dan profesional.
  • Kepala madrasah: mencakup kompetensi manajerial, supervisi, dan kewirausahaan.
  • Pengawas: mencakup supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan.

Tujuan AKGTK

Hasil AKGTK dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan pengembangan keprofesian secara lebih terarah. Karena itu, latihan soal AKGTK tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga penerapan konsep dalam situasi pembelajaran.

  1. Memetakan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Mengetahui aspek kompetensi yang perlu dikembangkan.
  3. Menjadi bahan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
  4. Mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Kisi-Kisi Materi Contoh Soal AKGTK 2026

Kisi-kisi contoh soal AKGTK 2026 dalam artikel ini mengacu pada dimensi kompetensi yang tercantum dalam dokumen AKGTK Madrasah. Materi guru mencakup pedagogik dan profesional, sedangkan kategori kepala madrasah dan pengawas memiliki kompetensi tambahan sesuai tugas masing-masing.

Kategori Materi Kompetensi
Guru Pedagogik dan profesional
Kepala Madrasah Manajerial, supervisi, kewirausahaan
Pengawas Madrasah Supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan pengembangan
Guru Kelas MI Literasi, numerasi, sains serta kompetensi sesuai ketentuan
Tenaga Kependidikan Kompetensi sesuai bidang tugas
  • Pedagogik: karakteristik peserta didik, teori belajar, pembelajaran, kurikulum, komunikasi, dan asesmen.
  • Profesional: penguasaan materi dan keilmuan sesuai bidang yang diampu.
  • Manajerial: pengelolaan dan pengembangan madrasah.
  • Supervisi: pembinaan serta pemantauan proses pendidikan.

25 Contoh Soal AKGTK 2026 Pilihan Ganda

Berikut 25 contoh soal AKGTK 2026 yang disusun sebagai latihan. Soal dibuat orisinal dan bukan salinan dari instrumen asesmen resmi.

Soal 1–5 Kompetensi Pedagogik

Bagian pertama berfokus pada kemampuan memahami peserta didik dan menentukan strategi pembelajaran. Kompetensi pedagogik dalam dokumen AKGTK mencakup karakteristik peserta didik, teori belajar, pembelajaran, teknologi, komunikasi, serta penilaian.

1. Seorang guru menemukan kemampuan belajar peserta didik dalam satu kelas sangat beragam. Strategi paling tepat adalah…

BACA JUGA:  Guru Honorer Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, Lulusan Baru Juga Berpeluang Mendaftar

A. Memberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang sama
B. Menggunakan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan
C. Mengurangi materi untuk seluruh peserta didik
D. Memberikan tugas tambahan kepada seluruh peserta didik

Jawaban: B

Pembahasan: Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan strategi, proses, atau produk pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

2. Hasil asesmen menunjukkan sebagian besar peserta didik belum memahami materi. Langkah yang paling tepat adalah…

A. Melanjutkan materi berikutnya
B. Mengulang seluruh pembelajaran tanpa analisis
C. Menganalisis hasil asesmen dan memperbaiki strategi pembelajaran
D. Mengurangi nilai peserta didik

Jawaban: C

Pembahasan: Hasil asesmen dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

3. Peserta didik lebih aktif ketika materi disampaikan menggunakan video dan simulasi. Tindakan guru yang tepat adalah…

A. Menghapus metode ceramah sepenuhnya
B. Memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi pembelajaran
C. Memberikan video tanpa penjelasan
D. Mengganti seluruh materi dengan video

Jawaban: B

Pembahasan: Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, bukan menggantikan seluruh peran guru.

4. Dalam diskusi kelompok, hanya beberapa peserta didik yang aktif. Guru sebaiknya…

A. Membubarkan kelompok
B. Membiarkan kondisi tersebut
C. Membagi peran dan memberikan kesempatan berpartisipasi secara merata
D. Menilai seluruh anggota berdasarkan peserta paling aktif

Jawaban: C

Pembahasan: Pembagian peran dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan kelompok.

5. Tujuan utama asesmen formatif adalah…

A. Menentukan kelulusan akhir
B. Memberikan informasi untuk memperbaiki proses pembelajaran
C. Menentukan peringkat kelas
D. Menggantikan seluruh asesmen sumatif

Jawaban: B

Pembahasan: Asesmen formatif digunakan selama proses pembelajaran untuk memperoleh informasi dan menentukan tindak lanjut.

Soal 6–10 Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional berkaitan dengan penguasaan materi, struktur, konsep, serta pola pikir keilmuan yang mendukung bidang atau mata pelajaran yang diampu.

6. Guru menemukan informasi dalam buku ajar yang berbeda dengan sumber resmi. Tindakan paling tepat adalah…

A. Langsung menggunakan informasi dari buku
B. Mengabaikan seluruh buku ajar
C. Memeriksa kebenaran melalui sumber tepercaya
D. Mengikuti informasi yang paling sering ditemukan

Jawaban: C

Pembahasan: Validasi sumber diperlukan agar materi yang disampaikan kepada peserta didik akurat.

7. Penguasaan materi pelajaran yang baik seharusnya disertai kemampuan…

A. Menghafalkan seluruh buku
B. Menjelaskan konsep sesuai tingkat pemahaman peserta didik
C. Memberikan materi sebanyak mungkin
D. Menggunakan istilah teknis sebanyak mungkin

Jawaban: B

Pembahasan: Kompetensi profesional tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga penerapan pengetahuan secara tepat.

8. Guru ingin memperbarui wawasan bidang keilmuan. Kegiatan yang paling relevan adalah…

A. Menghindari sumber akademik baru
B. Mengikuti pengembangan keprofesian dan membaca referensi terbaru
C. Menggunakan satu buku sepanjang waktu
D. Mengurangi kegiatan pengembangan diri

Jawaban: B

Pembahasan: Pengembangan kompetensi profesional membutuhkan pembelajaran berkelanjutan.

9. Ketika menyusun bahan ajar, guru sebaiknya memastikan…

A. Materi sebanyak mungkin
B. Materi sesuai tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik
C. Semua materi berasal dari internet
D. Materi hanya berisi definisi

Jawaban: B

Pembahasan: Bahan ajar harus relevan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

10. Sumber pembelajaran digital paling tepat digunakan apabila…

A. Tidak perlu diperiksa
B. Selalu lebih benar daripada buku
C. Relevan, kredibel, dan sesuai tujuan pembelajaran
D. Memiliki tampilan paling menarik

Jawaban: C

Pembahasan: Kredibilitas sumber menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan materi digital.

Soal AKGTK tentang Asesmen dan Evaluasi

Kemampuan melakukan penilaian dan memanfaatkan hasil evaluasi merupakan bagian dari kompetensi pedagogik guru.

BACA JUGA:  Beasiswa SEARCA S2-S3 Bidang Agrikultur 2027, Cek Syarat dan Kampus Tujuan

Soal 11–15 Asesmen Pembelajaran

Latihan berikut menitikberatkan pada kemampuan membaca hasil penilaian dan menentukan tindak lanjut. Pemahaman terhadap asesmen penting karena hasil penilaian dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

11. Nilai asesmen menunjukkan sebagian peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran. Tindak lanjut yang tepat adalah…

A. Remedial sesuai kebutuhan
B. Menghapus materi
C. Mengabaikan hasil asesmen
D. Memberikan nilai tambahan tanpa pembelajaran

Jawaban: A

Pembahasan: Remedial diberikan sebagai tindak lanjut untuk membantu peserta didik mencapai kompetensi yang belum dikuasai.

12. Instrumen penilaian harus disusun berdasarkan…

A. Perkiraan guru semata
B. Tujuan dan indikator pembelajaran
C. Jumlah halaman buku
D. Tingkat kesulitan yang selalu tinggi

Jawaban: B

Pembahasan: Instrumen harus memiliki keterkaitan dengan kompetensi yang hendak diukur.

13. Hasil evaluasi menunjukkan metode pembelajaran kurang efektif. Guru sebaiknya…

A. Menyalahkan peserta didik
B. Melakukan refleksi dan memperbaiki strategi
C. Menghentikan pembelajaran
D. Mengurangi target kompetensi

Jawaban: B

Pembahasan: Refleksi menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pembelajaran.

14. Rubrik penilaian terutama berguna untuk…

A. Menentukan jadwal pelajaran
B. Memberikan kriteria penilaian yang lebih jelas
C. Menggantikan tujuan pembelajaran
D. Menentukan jumlah peserta didik

Jawaban: B

Pembahasan: Rubrik membantu memberikan kriteria dan tingkat pencapaian secara lebih terstruktur.

15. Data hasil asesmen sebaiknya digunakan untuk…

A. Dokumentasi semata
B. Menentukan tindak lanjut pembelajaran
C. Menambah beban administrasi
D. Menentukan hukuman

Jawaban: B

Pembahasan: Informasi asesmen memiliki nilai ketika digunakan untuk menentukan perbaikan pembelajaran.

Soal AKGTK Kepala Madrasah dan Pengawas

AKGTK juga mencakup kepala madrasah dan pengawas dengan dimensi kompetensi yang berbeda dari guru. Dokumen AKGTK mencantumkan kompetensi manajerial, supervisi, kewirausahaan untuk kepala madrasah, serta supervisi, evaluasi, penelitian dan pengembangan untuk pengawas.

Soal 16–20 Kompetensi Manajerial

Kompetensi manajerial berkaitan dengan kemampuan mengelola sumber daya dan program madrasah secara terarah. Latihan berikut menggambarkan persoalan yang dapat muncul dalam pengelolaan satuan pendidikan.

16. Penyusunan program kerja madrasah sebaiknya didasarkan pada…

A. Perkiraan pribadi
B. Data dan kebutuhan madrasah
C. Program sekolah lain tanpa penyesuaian
D. Tren media sosial

Jawaban: B

Pembahasan: Data dan kebutuhan menjadi dasar penting dalam perencanaan program.

17. Jika terdapat keterbatasan sarana pembelajaran, kepala madrasah sebaiknya…

A. Mengabaikan kebutuhan tersebut
B. Menyusun prioritas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan sumber daya
C. Menghentikan kegiatan pembelajaran
D. Menyerahkan seluruh persoalan kepada guru

Jawaban: B

Pembahasan: Pengelolaan sumber daya membutuhkan penentuan prioritas yang berdasarkan kebutuhan.

18. Evaluasi program madrasah dilakukan untuk…

A. Mencari kesalahan individu
B. Mengetahui ketercapaian dan menentukan perbaikan
C. Menghapus seluruh program
D. Mengurangi kegiatan guru

Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi digunakan untuk melihat efektivitas program dan menentukan tindak lanjut.

19. Dalam pengambilan keputusan, data diperlukan agar…

A. Keputusan lebih berdasarkan bukti
B. Proses menjadi lebih panjang
C. Semua keputusan sama
D. Masalah tidak perlu dianalisis

Jawaban: A

Pembahasan: Data membantu menghasilkan keputusan yang lebih terukur dan sesuai kondisi.

20. Kepemimpinan madrasah yang efektif ditunjukkan melalui…

A. Pengambilan seluruh keputusan secara sepihak
B. Pengelolaan program berdasarkan tujuan dan kolaborasi
C. Pengurangan komunikasi
D. Pembatasan inovasi

Jawaban: B

Pembahasan: Pengelolaan madrasah membutuhkan koordinasi dan kolaborasi berbagai unsur.

Soal AKGTK Supervisi dan Pengembangan

Supervisi merupakan salah satu bagian penting dalam AKGTK, terutama bagi kepala madrasah dan pengawas. Pada kategori pengawas, dokumen AKGTK juga mencantumkan supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, serta penelitian dan pengembangan.

BACA JUGA:  Jadwal TKA SMA/SMK Terbaru 2026: Lengkap Dengan Simulasi, Gladi Bersih hingga Pelaksanaan Ujian

Soal 21–25 Supervisi Pendidikan

Soal terakhir berfokus pada penerapan supervisi dan pengembangan mutu pendidikan. Prinsip utamanya adalah menggunakan hasil pengamatan dan data sebagai dasar pembinaan.

21. Supervisi akademik sebaiknya berorientasi pada…

A. Peningkatan kualitas pembelajaran
B. Pemberian hukuman
C. Penambahan administrasi
D. Penilaian pribadi guru

Jawaban: A

Pembahasan: Supervisi akademik berkaitan erat dengan peningkatan proses dan kualitas pembelajaran.

22. Setelah melakukan observasi pembelajaran, pengawas sebaiknya…

A. Langsung memberikan sanksi
B. Menyampaikan umpan balik berdasarkan hasil pengamatan
C. Mengabaikan hasil observasi
D. Mengganti guru

Jawaban: B

Pembahasan: Umpan balik berbasis bukti dapat menjadi dasar pembinaan profesional.

23. Penelitian dan pengembangan dalam pendidikan dapat digunakan untuk…

A. Mengidentifikasi dan mengembangkan solusi atas persoalan pendidikan
B. Menghapus evaluasi
C. Mengurangi inovasi
D. Menghindari perubahan

Jawaban: A

Pembahasan: Penelitian dapat menghasilkan informasi dan solusi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

24. Jika hasil supervisi menunjukkan kelemahan pada strategi mengajar, tindak lanjut yang tepat adalah…

A. Pembinaan dan pengembangan kompetensi
B. Menghentikan pembelajaran
C. Mengurangi jam mengajar
D. Mengabaikan hasil supervisi

Jawaban: A

Pembahasan: Hasil supervisi seharusnya digunakan sebagai dasar pembinaan dan peningkatan kompetensi.

25. Prinsip utama dalam memberikan umpan balik hasil supervisi adalah…

A. Berdasarkan data dan disampaikan secara konstruktif
B. Berdasarkan asumsi pribadi
C. Mengutamakan kritik
D. Membandingkan guru secara terbuka

Jawaban: A

Pembahasan: Umpan balik berbasis data membantu guru mengetahui aspek yang perlu dipertahankan dan diperbaiki.

Tips Mengerjakan Soal AKGTK 2026

Latihan soal AKGTK 2026 sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan menghafalkan jawaban. Materi AKGTK lebih tepat dipahami melalui konsep dan penerapannya dalam kondisi nyata di madrasah.

  • Pahami kompetensi sesuai kategori peserta.
  • Pelajari kembali kompetensi pedagogik dan profesional.
  • Latih soal berbentuk studi kasus.
  • Perhatikan kata kunci dalam setiap pertanyaan.
  • Bedakan tindakan yang bersifat administratif dan pedagogis.
  • Pilih jawaban yang paling sesuai dengan prinsip pembelajaran.
  • Evaluasi kesalahan setelah latihan.

Cara Belajar yang Efektif

Persiapan dapat dilakukan secara bertahap agar setiap kompetensi memperoleh perhatian yang cukup. Pola belajar berbasis kasus juga membantu memahami alasan di balik setiap pilihan jawaban.

  1. Pelajari konsep dasar.
  2. Kerjakan 25 contoh soal AKGTK.
  3. Catat soal yang masih salah.
  4. Pelajari pembahasannya.
  5. Kerjakan kembali soal dengan topik serupa.
  6. Latih kemampuan membaca kasus pendidikan.

Catatan tentang Contoh Soal AKGTK 2026

Contoh soal AKGTK 2026 dalam artikel ini merupakan bahan latihan, bukan kisi-kisi atau bocoran soal ujian. Materi disusun berdasarkan dimensi kompetensi AKGTK yang tersedia dalam dokumen Kementerian Agama dan informasi pelaksanaan AKGTK madrasah.

  • Soal bersifat latihan.
  • Jawaban dibuat berdasarkan prinsip kompetensi pendidikan.
  • Tidak mewakili soal resmi asesmen.
  • Materi dapat disesuaikan dengan kategori peserta.
  • Ketentuan resmi tetap menjadi rujukan utama.

Informasi pelaksanaan AKGTK dapat berubah sesuai kebijakan penyelenggara. Pada 2026, publikasi Kemenag daerah juga menunjukkan adanya persiapan pelaksanaan AKGTK berbasis digital, termasuk penggunaan aplikasi Safe Exam Browser di salah satu madrasah.

Penutup

25 contoh soal AKGTK 2026 dapat menjadi bahan latihan untuk memahami berbagai situasi yang berkaitan dengan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Materi mencakup pedagogik, profesional, asesmen, manajerial, supervisi, serta penelitian dan pengembangan sesuai kategori peserta.

AKGTK bukan sekadar latihan menjawab pertanyaan, tetapi juga bagian dari pemetaan kompetensi GTK madrasah. Hasil asesmen dapat digunakan sebagai bahan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan madrasah

Latihan sebaiknya dilakukan dengan memahami alasan setiap jawaban, bukan sekadar menghafal pilihan yang benar. Dengan cara tersebut, contoh soal AKGTK 2026 dapat digunakan untuk mengasah kemampuan menghadapi pertanyaan berbasis kasus dan situasi nyata di lingkungan pendidikan.